1 Januari 2014
Tepat tengah
malam terbangun oleh suara ledakan-ledakan di langit rumah kami. Suara ledakan
yang paling kubenci dalam hidup karena alih-alih sebagai perayaan dan
kegembiraan bagi yang merayakannya aku malah mendengar nada kepongahan sebagai
hamba, sebagai insan di muka bumi. Suara-suara itu seolah-olah meledek seruan
untuk kembali ke jalan yang lurus, untuk menjauhkan diri dari kemubaziran dan
kesia-sian. Tapi biarlah ”lanaa a’maluna
wa lakum a’malukum” bagi kami amalan kami dan bagimu amalan kamu. Biarlah
mereka yang mata, telinga bahkan hatinya telah tertutup dari kebenaran.
Yang terpenting
dan terberat sekarang adalah PR kami sebagai orang tua dari anak-anak yang
sedang tumbuh berkembang menjelang masa remaja. Sanggupkah kami mengemban amanah
yang sangat berat tersebut. Ditengah persaingan perang pemikiran yang semakin
gencar dilakukan oleh mereka yang mengaku lebih ”modern”. Mereka mengira seolah-olah hidup hanyalah persoalan
menghabiskan usia tanpa diminta pertanggungjawabannya kelak, usaha mempengaruhi
mental, pemikiran dan tingkah polah anak-anak yang sangat menggelisahkanku
sebagai orang tua.
Ya Allah,
lindungilah anak-anak kami dari kemurkaanMu kelak, jaga dan lindungilah mereka
dimanapun berada.
Laa Hawla walaa
kuwwata illa billaah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar