Kamis, 13 November 2014

TAKDIR

Pertemuan yang tidak disangka-sangka. Belum pernah terlintas di benak saya untuk bertemu dengan laki-laki ini lagi setelah semua yang saya dengar tentang mereka, ia dan rumah tangganya. Tapi di sore yang gelap dan gerimis itu tiba-tiba dia menghampiri dengan senyum khasnya

"Assalamualaikum Bu Erni"

"Eh, waalaikumsalaam Pak"

 "Taqabalallhu minna wa minkum Bu, maaf lahir batin kalau saya ada salah"

"Sama-sama Pak, maaf lahir batin juga" seingat saya lebaran telah jauh berlalu.....hehehe

"Ibu Erni pastinya sudah tau kan masalah yang menimpa saya ?" Tebakan yang asal-asalan tapi tepat.

"Angin yang berhembus ke segala arah sempat juga mampir juga ke telinga saya Pak", Duh, saya tak bisa mengelak nih, padahal paling males ngomong soal beginian.

"Itulah Bu, saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan tapi dia bersikeras untuk mengambil jalan ini". Yakin sekali orang ini kalau saya sudah tahu persis persoalannya,

"Ya sudahlah Pak, ini takdir yang sudah terjadi, mau diapain lagi"

Saya berusaha menghindar dan ingin segera berlalu dari situ. Alasannya saya tak tahan dengan tatapan tiga pasang mata yang tidak berdosa. Mereka ada disana berdiri dengan menyandang tas ransel di pundak masing-masing.

"Iya Bu. Memang takdir, tapi sangat saya sayangkan keputusannya itu" masih saja ia berusaha untuk menahan langkah saya.

"Bapak yakin saja ini keputusan terbaik untuk Bapak dan keluarga, Insya Allah"

Maaf ya Pak saya sungguh tidak tahan dengan tatapan tiga mata itu. Buru-buru sayapun berlalu dari sana, tidak ingin memperpanjang percakapan itu lagi. Dua menit cukup sudah.

Ooo takdir, sudahlah saya tak perlu peduli dengan masalah mereka, tak ada yang suka urusan pribadinya diketahui orang banyak. Dan lagi sayapun tak tahu takdir apa yang akan menghampiri diri ini kemudian hari bahkan beberapa menit ke depan. Saya juga teringat dengan tatapan mata bening dari tiga makhluk tak berdosa yang diamanahkan pada kami. Ingin segera berlari untuk memeluk mereka. "Ummi tak ingin membuat kalian seperti mereka wahai anak-anakku".    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar