Jujur saja, suka ragu kalau mau menulis tentang cinta. Kenapa...? karena perjalanan rumah tangga kami belum bisa dibilang lama-lama amat, baru 13 tahun. Bukannya saya pesimis atau berniat yang tidak baik akan perjalanan rumah tangga ini. Tapi melihat beberapa kasus jadi ngeri sendiri.
Ini menimpa seorang teman, bagaimana bisa, rumah tangga yang sudah berjalan selama 18 tahun dan mendapat amanah 4 orang anak yang sedang beranjak remaja serta masih dalam masa pertumbuhan. Tiba-tiba saja bubar di tengah jalan. Apa masalahnya...? Keadaan ekonomi...? Bukankah mereka sanggup bertahan sampai 18 tahun itu memang sudah dalam keadaan ekonomi yang sangat pas-pasan, malah pernah lebih parah dari sekarang. Selingkuh...? Mereka bukan tipe seperti itu, jangankan untuk membiayai sebuah perselingkuhan, bahkan biaya hidup sehari-hari saja sudah sangat prihtin.
Menyesal atas keputusan yang terlanjur dibuat pecuma saja. Hukum telah menetapkan mereka tak lagi bisa bersama karena sudah jatuh talak 3. Cinta sebesar apaun yang mereka punya tetap tak bisa membalik keadaan. Walau dengan alasan demi memperhatikn kepentingan anak-anak mencoba memohon pertimbangan hakim, tetap tidak bisa, kata telah terlanjur terucap, palu sudah pula diketuk, hukum tetap harus ditegakkan.
Ada lagi kisah pilu seorang teman, rumah tangga yang sudah dibina selama 15 tahun dan menghasilkan 4 orang anak juga berantakan begitu saja, hanya karena perbedaan yang tidak prinsip diantara mereka. Padahal selama ini kami melihatnya sebagai pasangan ideal dan begitu romantis di depan umum.
Belajar dari pengalaman seperti itulah menjadikan saya lebih arif dalam menyatakan cinta. Yang penting kami bisa menjaga cinta sederhana ini sampai akhir, cukup sudah. Perbedaan apapun yang kami bawa jangan sampai merusak keharmonisan cinta kami. Bahkan semua perbedaan itu harus bisa disikapi dengan arif pula, dengan cinta.
Itupun kadang sukses, kadang masih harus belajar lebih banyak lagi tentang sebuah perbedaan. Tidak mudah memang. Kamipun tidak ingin memaksakan diri bermetamorfosis menjadi pribadi yang berbeda untuk mempertahankan sebuah cinta, karena itu pasti akan sangat menyiksa diri kami sendiri. Dan bukankah justru cinta itu awalnya hadir justru karena kita memang menemukan pribadi yang berbeda dari diri kita sendiri ? Biarkanlah kita berjalan beriringan dengan tetap membawa ciri khas diri kita sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar