Selasa, 22 Januari 2013

Raihan, Sehari Jadi Bolang

Masih tentang Raihan, keponakan saya,  baru berumur 8 tahun yang kemarin sempat menghebohkan. Setelah seharian penuh tim pencari berjuang "menangkap" anak itu, akhirnya membuahkan hasil pada malam harinya. Sedang berjalan sendirian di luar stasiun pondok kopi. Setelah dibawa pulang, dimandikan dan diberi makan, dengan santainya dia masuk ke kamar tanpa mempedulikan interogasi dari semua yang penasaran.
 
Sang ibu -adik saya- yang paham betul tentang perilaku anaknya tidak ikut2an menanyakan apapun. Tetapi ikutan masuk ke kamar, diajak santai sambil bercanda, barulah keluar cerita dari si bocah "unik ini". Oiya, dia tidak peduli kepada orang-orang karena dia sendiri merasa tidak hilang, begini ceritanya:

 "Mah, aku kan pengen tau soal kereta sama stasiun-stasiun, ya udah aku pergi aja ke stasiun pondok kopi. Itu masih sore mah (jarak rumahnya dan stasiun kira-kira 1 km, hanya bayar Rp 2000 kalau naik angkot, anak-anak seribu saja). Tapi petugasnya galak, yang tidak punya karcis gak boleh masuk. Ya udah aku diem aja di pinggir stasiun, ngeliatin kereta lewat dari jauh. Sampe malem, pas petugasnya lagi masuk sebentar ke dalam loket aku buru-buru lari masuk, terus aku ikut naik kereta komuter".

"Aku naik kereta jurusan manggarai, tapi di stasiun jatinegara turun dulu ganti kereta. Di stasiun aku melihat jalur 5 jurusan kemayoran. Padahal aku juga pengen tau stasiun kemayoran, tapi nanti aja, aku ke manggarai dulu baru nanti aku naik lagi yang jurusan kemayoran. Dari Manggarai aku ikut balik lagi ke jatinegara, tapi aku ngantuk banget sampe ketiduran, pas bangun tau-taunya aku sudah sampe stasiun Kranji". (saat itu dia tidak tahu jam berapa, karena memang tidak dibekali jam atau hp, rupanya dia mengira saat itu belum terlalu malam)
.
"Terusnya aku turun mah, tadinya mau nyambung lagi naik kereta kemayoran. Eh tau-taunya keretanya udah habis. Terus aku diajak bapak satpam tidur di mesjid sampe pagi. Besok paginya aku bangun  langsung nyari kereta jurusan kemayoran.Distasiun Jatinegara aku menghapal jalur-jalur mah, pokoknya jangan naik yang jalur (berapa yaaa....saya lupa, pokoknya dia menyebut salah satu nomor jalur). Kalau itu khusus buat jurusan yang ke Jawa".

"Ya gitu deh, aku bolak balik kemayoran-bekasi, terus aku turun di stasiun Klender Baru (satu stasiun sebelum pondok kopi, jadi masih daerah tempat tinggal kami juga). Aku naik angkot 03 ke stasiun pondok kopi lagi, eh baru mau turun dari angkot keburu ketemu pakde, terus aku disuruh pulang, padahal aku lagi pengen ke stasiun Cikini mah, enak di Cikini, stasiun lain ngg ada yang kayak gitu. Paling bawah ada Indomaret, lantai 2 tempat jualan karcis, lantai tiga jalur kereta. Hebat ya mah, kereta ada di paling atas.
Pokoknya papah harus ngajak aku lagi jalan-jalan naik kereta sampai stasiun cikini"

Mamahnya : "kamu ngga takut nak ketemu anak-anak nakal dikereta?"
Raihan : " Ngga ada mah, kalau anak-anak begitu adanya di kereta ekonomi, aku sih ngga mau naik kereta    ekonomi, banyak anak-anak bau tukang minta-minta, mana gerah ngga ada AC".
Mamah : "kamu sendirian aja? ngga ada bapak-bapak atau ibu-ibu yang nanya kamu di adalam kereta?"
Raihan : "iya aku sendirian aja, ngga ada yang nanya tuh".
Mamah : "terus makannya kamu minta-minta ya ?"
Raihan (sambil marah) : " Ngga mah, kan aku diajarin seumur ngga boleh minta-minta. Amit-amit deh, kata mamah kan aku harus selalu jadi orang yang memberi, aku ada uang sedikit, aku beliin cakue, sama sebotol aqua, terus ada bapak-bapak ngasih roti, itu aku dikasih, ngga minta looh"

Hehehe...gemes juga rasanya, padahal belum lama baru saja diajak ayahnya naik kereta (bolak-balik juga ke bogor dari pagi sampai sore, hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya )
Sekarang dengan bangga dia "memamerkan" hasil petualangannya berupa penelitian tentang jalu-jalur kerata, sambil berulang-ulang mempraktekkan membacakan pengumuma-pengumuman yang ada di satasiun-stasiun, dia juga sudah hafal nama-nama kereta beserta jurusannya.
Saya dan adik bungsu memang tinggal tidak berjauhan, jadi kami sering berbagi cerita tentang perkembanagan anak-anak kami di sela-sela waktu sepulang ngantor

Cerita tentang tentang Raihan masih banyak lagi yang menarik, mungkin bisa dibukukan, nanti suatu saat saya share lagi disini


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar