Selasa, 22 Januari 2013

GPS

Gagasan tentang penanaman GPS di tubuh anak-anak terus saja bergelayut di pikiran saya pasca "menghilang"nya keponakan tempo hari. Entah bagaimana mewujudkannya. Yang pasti, bukan urusan saya kalau bicara masalah teknisnya. Lagipula kalaupun para ahli sudah membuatnya mungkin akan menimbulkan  perdebatan sebelum dipublikasikan dan akhirnya dipasarkan.

Bayangan saya, kalau sudah ada tentunya akan saya pasang pertama, pada si Raihan anak "unik" keponakan saya sendiri. Juga pada semua anak-anak saya sendiri dan keponakan-keponakan untuk memastikan ketenangan batin kami para orang tua tentang keberadaan anak-anak (termasuk parno ngga tuh?). Lalu akan saya hadiahkan satu pada seorang kawan. Untuk apa? 

Naah ini yang menarik, beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar tentang teman yang satu ini bahwa dia sedang menunggui suaminya yang sedang BEKERJA!!! Memang rumah tangganya sedang sedikit ada masalah. Jadi begitulah dengan sangat terpaksa dia mengikuti suaminya bekerja demi ketenangan batinnya (dia sendiri yang mengakuinya), resikonya meninggalkan anak-anak di rumah. Sungguh perbuatan yang tidak akan saya lakukan karena saya tidak ingin terlihat bodoh dengan menunggui suami bekerja, kalaupun ada indikasi berselingkuh itu hanya akan memberi angin kepada rival kita (sebagai istri, dalam hal ini sebetulnya korban). Mempermalukan diri sendiri di hadapan rival, suami, bos dan teman-teman kerja suami. Bukannya tidak ada usaha untuk mempertahan suami...ups salah, rumah tangga. Tapi rasanya akan lebih baik kalau memilih cara yang lebih elegan dan cerdas. Tapi sudahlah itu urusan masing-masing, selain menasehati langsung, saya hanya bisa mendoakan semoga masalahnya cepat selesai. 

Kembali ke soal GPS, di awal sudah saya katakan, sebelum dipasarkan kemungkinan akan menimbulkan perdebatan. Dari mana? Tentu ada kaitan dengan kisah singkat tentang teman saya tadi. GPS ini akan disambut dengan gegap gempita oleh para istri yang merasa suaminya bermasalah. Sebaliknya para suami akan menolak habis2an karena pasti akan merasa diikuti CCTV setiap saat. Hihihi.....saya koq jadi tertawa sendiri membayangkan itu semua, khayalan saya sendiri.

Sedangkan dengan suami saya sendiri bagaimana ?
Karena kami sudah berprinsip rumah tangga ini dibangun atas dasar kepercayaan, jadi untuk apa alat-alat yang hanya  menyiksa kedua belah pihak. Semua ketenangan dan kegalauan asalnya adalah dari hati kita sendiri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar