Tiba-tiba saja ingin menulis tentang salah satu sifat yang mungkin melekat pada diri seseorang, bahkan mungkin ada pada diri kita.Saya teringat tentang sifat yang satu ini setelah berbincang dengan atasan saya, seorang kandidat Doktor pada program pendidikan. Beliau mengatakan sifat perfeksionis itu sudah satu paket dengan "cerewet" karena menginginkan orang lain berbuat sesuai dengan standar dirinya sendiri, ada cela sedikit saja bagai mengundang mercon yang akan meledak tak henti-henti,. Waaduh, langsung sel abu-abu di kepala saya (meminjam istilah dari sebuah novel karya Agatha Cristie untuk menyebut kata otak) melayang-layang teringat pada seseorang.
Sudah lama sekali saya heran pada pada orang satu ini. Seorang wanita paruh baya yang kalau berdekatan dengannya saya merasa dari setiap sisi, baik penampilan, sikap maupun hasil kerja saya selalu diawasi dengan tatapan kurang bahkan tidak puas. Ternyata ini bukan perasaan saya sendiri saja, semua orang yang pernah berinteraksi dengannya merasakan hal yang sama sehingga kadang menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan sampai terjadinya gesekan dan kesahpahaman (untungnya dengan saya belum pernah karena saya lebih memilih mengalah untuk menang, ajaran dari suami yang sering sekali malah menyelamatkan saya).
Sikap ini tentu saja sangat merepotkan tidak saja bagi orang lain bahkan bagi dirinya sendiri. Keluhannya tentang penyakit yang dirasakannya (kalau saya menilai) tidak lebih karena dia selalu menghadapi hidup ini dengan tegang dan penuh masalah. Sering sekali saya melihat, saking tidak percayanya pada hasil kerja orang lain sehingga memaksa dirinya sendiri untuk turun langsung menyelesaikan sesuatu yang seharusnya tidak perlu campur tangannya sama sekali.
Karena penasaran saya mencoba mencocokkan analisa dari atasan saya tadi dengan hasil dari googling. ini yang saya dapat
Positif :
- Termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar,
- Termotivasi untuk memperbaiki diri sendiri & orang lain
- Cenderung menghindari marah
- Memperhatikan segala sesuatu secara mendetail
- Tidak mudah menyerah, meski harus menanggung beban yang berat
Negatif :
- Menuntut orang lain seperti dirinya, sehingga cenderung mencari-cari kesalahan orang lain
- Over sensitif terhadap berbagai kesalahan & perlakuan tidak adil dari kolega/atasannya
- Cenderung tidak fleksibel & terlalu dogmatis kepada anak buah
- Sering kali beranggapan bahwa banyak orang tidak tahu apa yang harus diperbuat, sehingga menuntut setiap orang berbuat seperti dirinya
- Termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar,
- Termotivasi untuk memperbaiki diri sendiri & orang lain
- Cenderung menghindari marah
- Memperhatikan segala sesuatu secara mendetail
- Tidak mudah menyerah, meski harus menanggung beban yang berat
Negatif :
- Menuntut orang lain seperti dirinya, sehingga cenderung mencari-cari kesalahan orang lain
- Over sensitif terhadap berbagai kesalahan & perlakuan tidak adil dari kolega/atasannya
- Cenderung tidak fleksibel & terlalu dogmatis kepada anak buah
- Sering kali beranggapan bahwa banyak orang tidak tahu apa yang harus diperbuat, sehingga menuntut setiap orang berbuat seperti dirinya
Ternyata tidak jauh berbeda. Sehingga sekarang saya merasa lebih ringan lebih siap kalau bertemu lagi dengannya, karena sudah tahu masalah sebenarnya, bukan pada saya, tapi prinsipnya yng terlalu kaku.Tidak lupa saya berdoa agar dia segera menyadari kekeliruannya itu, bahwa tidaklah mungkin mengharapkan kesempurnaan dari orang lain. Sehingga dia bisa terhindar dari berbagai penyakit yang sering dikeluhkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar